Thursday, February 18, 2010

Roma Sari Gandum + Nescafe Classic new taste

Lagi tergila-gila nih sama biskuit Roma Sari Gandum & kopi Nescafe classic rasa/aroma baru.

Biskuit Roma yang kali ini renyah banget, jadi makannya gak susah dan kalo istilah steak wagyu... ini biskuit langung melt di mulut hehehe...

Kopi Nescafe baru... aroma berkelas.. walo yah.. taulah, ini kopi masih kelas mass product yang mungkin masuk kategori low class. Tapi sekarang bisa dibilang Nescafe baru ini adalah top nya kopi low class.

Tuesday, November 17, 2009

Rundown Wedding Day

Pernikahan selalu merepotkan.? Sepertinya demikian. Gue udah banyak terlibat di acara pernikahan, baik itu temen or client. Some, gue ikut temen yang jadi WO, dan seringnya jadi videographer. Jadi, bisa dibilang gw udah hapal mentok sama kerepotan sebuah acara wedding.


Pernikahan memang udah "dipatok" sebagai acara penting bagi keluarga yang merayakan. Dan sebegitu pentingnya, acara itu harus berjalan baik dan tanpa cacat. Dan juga gak sedikit yang mewajibkan kalo di acara pernikahan itu "jangan sampe bikin malu". Bahkan walopun undangannya adalah sohib kental, tetep aja yang punya hajatan gak mau kalo acaranya memalukan, baik dari schedule sampe makanan.. semua harus sempurna.


Barangkali berakar dari "jangan sampe bikin malu" ini-lah, maka persiapan acara pernikahan itu harus merepotan. Emm.. dan biasanya di hari-H juga tambah repot sih.


Kalo perah liat rundown acara yang disusun tim WO atau panitia, maka listnya gak kalah banyak sama acara kenegaraan. Semua list dan jadwal sangat spesifik dan detail. Bagi yang gak biasa baca hal kompleks, maka rundown wedding pasti bikin sakit kepala. Yang artinya bikin tambah repot lagi.


Tapi ya demi sebuah kebahagian yang dibalut rasa kehormatan keluarga, maka pernikahan itu harus repot.


Pernah liat rundown acara pernikahan? Kurang lebih seperti ini :

1. Nama-nama panitia (& no teleponnya)
2. Nama-nama keluarga inti
3. Nama-nama keluarga besar dan urutannya
4. Nama-nama vendor (& no teleponnya)
5. List perlengkapan pakaian pengantin (bunga, cincin, sarung tangan, tisue, dll)
6. List perlengkapaan untuk acara penjemputan (bunga, angpao, barang-barang seserahan, dll)
7. Urutan saudara yang ikut teh phai
8. Konsumsi makan siang (untuk siapa aja dan berapa banyak)
9. List barang-barang acara pemberkatan (banyak dan gak boleh lost 1 pun, even itu pen)
10. List barang-barang acara resepsi (jangan ditanya banyaknya..)
11. Urutan foto-foto keluarga
12. Urutan foto-foto kerabat
13. List menu makanan
14. Schedule kapan pengantin harus begini, harus begitu
15. Schedulu prosesi dari pintu masuk sampe salam-salaman di pelaminan
16. Dan sepertinya masih banyak lagi deh.. :D


Intinya, pernikahan itu harus merepotkan. Nggak heran, kalo banyak pasangan yang suka stress menjelang dan di hari pernikahannya. Sepertinya karena tuntutan kesempurnaan itulah yang membuat mereka demikian.


Sampe sekarang, gue sih belum nemuin, pasasangan yang "asal-asalan" or yang mengaku santai banget. Umumnya pasti pada bilang, "aduh..stress nih". Ya.. ironis memang, hari bahagia harus dilalui bersama dengan ketegangan sepanjangan hari.


Tapi bagi gue, kalo ada client video wedding yang "asal-asalan", jengah juga kali ya. :D


Dan suatu kali nanti, mungkin gue juga harus mengalami kerepotan-kerepotan ini.

Hmm.. jadi pengen tau, gimana ya kalo acara pernikahan itu dibuat yang sesimple mungkin, dan sama sekali gak direpotin dengan protokoler-protokoler "kenegaraan" itu.

Thursday, November 12, 2009

Hujan, Panas, Mati Lampu, Nyala Lampu

Some people begini (sering juga adalah orang yang sama) :

Hujan :
"aduh.. hujan nih.. jemuran kapan kering dong.."
"wah pasti jalanan pada macet"
"yah.. banjir lagi deh"
"kupret..mobil gw kan baru dicuci"

Panas :
"gile panas bener, kacau nih cuaca"
"gak mau ke sana ah.. lagi panas gini.."
"padahal udah pake a.c. nih.. panasnya tetep aja kerasa"
"aduh.. badan jadi lenget2 mulu nih.. mandi lagi deh"

Mati lampu :
"mana bisa kerja nih, kalo mati lampu mulu"
"gak bisa tidur gw, gara2 mati lampu.. pabas coy"
"PLN gila nih.. kalo gini terus bisa rugi nih perusahaan"

Nyala lampu :
"waduh.. boros listrik nih"
"ayo dukung go green.. hemat energi"
"gila nih tagihan PLN, pasti meteran gw dicatut nih"
--
come on man.. apa sih mau lo??

Thursday, October 22, 2009

the wind of the tea barn



klik untuk perbesar gambar

Mount Halimun

Udah lama gue pengen tau, daerah Gunung Halimun itu kaya apa sih? Dan akhirnya baru taon ini dan bulan ini kesampean juga menapakkan kaki di sana.

Overall ini juga gak sengaja diplan. Rencananya mau pergi sama temen gue, bawa mobilnya sendiri, tapi karena rutenya off-road banget, gak memungkinkan untuk mobilnya.

Tapi gue ditawarin untuk ikut satu tim lain (some is temen yang gue kenal juga) yang udah plan lebih dulu pake mobil sewaan. Ternyata karena ada 1 cowo yang batal, maka gue bisa mengantikan posisi yang batal itu. Sementara temen gue yang nawarin justru gak bisa ikutan, karena yang batal cowo, sementara temen gue ini cewe dan untuk cewe di tim ini udah full.

Hehehe.. sori yak... but thanks banget.

===

Kami 'take-off' Sabtu, 17 Okt, pagi jam 6.15-an. Pake Isuzu Elf yang bisa muat 12 orang. Perjalanan ke Halimun via Sukabumi bisa dibilang lancar. Dan sebelum memulai perjalanan 'sesungguhnya', kami lapor hadir dulu di Pos Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Setelah semua beres, kami dipersilahkan melanjutkan 'sisa' perjalanan masuk ke wilayah hutan sesungguhnya dan juga tempat menginap di Pos Penelitian TNGHS. Dan ini baru namanya 'perjalanan'. Sesaat sempet gamang.. ini lagi di jalan atau di laut?

Tapi ya akhirnya perjalanan ini harus dinikmai toh. Seletah sekian lama, kami pun nyampe di tempat nginap. Dan ini manteb banget. Tempat nginap yang termasuk lengkap dan nyaman, tapi bisa dibilang ada ditengah-tengah hutan.

Sekedar catatan, TNGHS termasuk hutan tropis yang punya ekosistem kompleks di dunia. Di sini sering dijadiin tempat penelitian untuk kehutaan, baik nasional dan internasional. Nyatanya juga, kami serumah dengan mahasiswa Jepang yang lagi penelitian hutan tropis untuk kuliah.. yah.. semacam jurusan kehutanan gitu deh. Dan pas nyampe, satu tim bule baru selesai dan mereka check-out.

===

Begitu nyampe, beberapa temen cewe mulai siapin makan siang dan yang lain un-pack barang dan selanjutnya menonton persiapan makan siang.. hehehe..

Apa pun makanannya, kalo udah laper dan di daerah dingin, pasti enak. Eh, tapi ini beneran enak loh. Ya, kalo buka warteg masih lakulah.

Abis makan, gak mau rugi waktu kami langsung mulai treking pertama. Kami ke air terjun terdekat - dan ternyata sih kecil - tapi sungai nya menyegarkan dan menghibur bangetlah buat orang-orang kota yang sungai nya udah gak jelas, sungai apa kubangan sampah?

Tujuan utama sebernya mau coba Canopy Trail-nya Halimun (yang kayanya cuma satu-satu-nya di Indonesia or paling gak di Jawa-lah :D). But sayang, lagi rusak dan gak boleh dinaikin. Dan kami cuma liat dari bawah aja.

Jadi trek pertama ini cuma main di sungai, jalan di perkebunan teh dan treking hutan untuk kembali ke penginapan.

Jelang sore, kami kongkow-kongkow & mandi sambil nunggu makan malam. Kongkow-kongkow jadi seru ditambah salah satu Jepang ikut nimbrung dan kita pun berkomunikasi dengan bahasa seadanya - yang penting ngerti-lah. Maksudnya, ngerti kalo kita sama-sama gak ngerti.

Abis makan malam, kita siap-siap trek ke dua. Dan karena ini malam, maka persiapanpun kami lakukan secermat mungkin. Jaket, jas hujan, air minum, senter, obat-obatan, dan gak lupa kamera. Tujuannya cari jamur yang glow in the dark.

Perjalanan pun dimulai, dan dinginnya malam mulai merasuk. Tapi kami merasa enjoy dan tertantang dengan trek malam ini. Langkah demi langkah kami terusuri dengan hati dan semangat. Dan ketika rasanya baru beberapa langkah.. sang guide pun bilang, "yak.. kita sudah sampe.. dan inilah jamur menyala itu.."

Lah...?? tuinggg...

Tapi ya namanya juga orang kota besar... tetep aja takjub begitu ngeliat jamur yang glow in the dark.

"eh, mana..mana..?"

"itu yang nyala-nyala"

"itu mah kunang-kunang kali"

"iya, kunang-kunang tuh, masa kecil-kecil gitu jamurnya?"

"iya itu jamur nya, dan emang segitu ukurannya", kata guide mencoba menenangkan keraguaan kami.

Lah..?? tuinggg...tuingggg....

Hahahaha.. ternyata emang kecil-kecil.. sodara-sodara.! Tuh jamur gak lebih besar dari pentol jarum, dan tersebar kecil-kecil di ranting-ranting pohon. Pantas aja sempet di kira kunang-kunang, soalnya tuh ranting kan cabang kemana-mana dan bukan ditanah, kecuali ada ranting yang patah.

Tapi tetep menjaga wibawa sebagai orang kota besar, kami pun tetep senang dan bahkan mencoba untuk mengekspose-nya dengan kamera. Yang jelas, gak akan bisa ke potret jelas kalo gak pake lensa khusus.

"Kok yang di web site, jamurnya gede-gede ya..?"

"entahlah.."

Setelah minikmati glow in the dark-nya tuh jamur dalam kegelapan hutan (tanpa nyalain senter), kami pun balik ke penginapan. Tapi tetep senenglah... :D

Malam dilalui dengan kongkow-kongkow sambil makan jagung rebus dan cemilan lain yang dibawa dengan melimpah. Dan diakhiri dengan masuk ke kamar masing-masing.

===

Besoknya, kami udah rencana mau liat sun rise. Dan untuk itu harus bangun jam 3.30 pagi untuk siap-siap dan jam 4 udah harus jalan. Karena untuk sampe di lokasi yang sun rise-nya bagus, perlu 1 jam perjalanan dengan mobil. Masalahnya sih bukan jarak yang harus ditempuh, tapi kondisi jalan yang mengharuskan mobil berjalan gak lebih dari 5 km/jam, malah lebih sering (mungkin) 1 or 2 km/jam.

Dan tepat 1 jam kemudian, kami sampe dan mulai ambil posisi untuk menikmati sun rise dan tentunya foto-foto. Untuk liat sun rise yang bagus, kami disarankan di daerah perkebunan teh yang notabene emang luas dan gak ada pohon tinggi.

Cuma namanya juga Gunung Halimun, maka nasib kami juga tergantung bagaimana maunya tuh halimun. Alhasil, hari itu si halimun maunya berkabut. Maka tertutuplah tuh matahari, cuma keliatan semburat warna orange-nya aja. Tapi tetep kami seneng-seneng aja kok. Karena rasanya objek manusia lebih suka diabadikan dari pada tuh matahari. Hehehe.

===

Begitu langit bener-bener terang, kami diajak mengunjungi pabrik teh setempat. Ternyata ini adalah perkebunan dan pabrik teh Sari Wangi. Ini adalah pabrik pengolahan awal, jadi cuma mensuply teh mentah-nya aja. Katanya setelah teh mentah ini jadi, kemudian oleh pabrik Sari Wangi yang lain akan diolah lagi sesuai dengan kebutuhan pasar.

Salah satunya untuk teh import dengan kualitas no 1 (grade 1). Dan ternyata kalo untuk lokal dengan merk "Sari Wangi" ini adalah teh grade 7 or 8.!! Lah, pantes lah, Sari Wangi se kotak cuma 3rb or 4rb, sementara teh yang berlebel import ke kantong celupnya bisa 15ribu.

Dari sini, kami lanjut kembali ke penginapan. Tapi kali ini dengan jalan kaki dan lewat hutan. Dan ini perjalanan yang asik juga, apalagi kalo udah lama gak hiking. Walo bukan gunung, tapi trek hutan ini cukup naik turun. Jadi lumayan juga genjot napas nya.

Akhirnya menjelang siang, kami sampe lagi di base camp. Dan lapar pun udah menyerang karena notabene, trek panjang tadi dibekali dengan roti ala kadarnya. Rencananya sih makan pagi akan cukup rame, tapi karena jam 4 pagi udah jalan, jadi cuma bawa roti dan selai.

Makanya jam makan siang juga dipercepat dan ransum yang tadinya untuk makan pagi digabung di menu makan siang ini. Dan tetep apa pun makanannya kalo udah laper gini pasti semuanya enak. Yah paling gak, kalo buka warung nasi rames, lakulah.. hehehe.

===

Overall, ini adalah trip yang menyenangkan. Dan karena semuanya belum pernah ke Halimun ini, suasana seru lebih kerasa. Karena emang sama-sama gak tau dan sama-sama ngersaan yang baru. Mungkin buat yang udah pernah hiking gunung dan camping, trip ini agak-agak tipikal, cuma memang lokasi nya aja yang beda. Tapi yang namanya hutan, kadang bisa beda antara hutan yang satu dengan yang lain.

Terakhir trip di tutup dengan makan sore di Bogor. Soto mie Agih, jadi sasaran empuk kami. Dan seperti biasa, kalo udah sama-sama gini, apa pun makanannya, pasti enak.

Emm... Soto mie Agih bukannya terkenal enak kan?

Ok deh guys... semoga bisa bareng di trip lainnya.

Friday, August 28, 2009

Thanks for the Adventure

Kalo nonton film ini dengan mengambil main set bahwa film animasi adalah hiburan dan canggih, maka kita bisa aja miss some point yang sebenarnya justru beyond that entertainment.

Overall, UP seperti film animasi Pixar lainnya. Yang pasti relatif selalu beda tema dan tokoh, plus teknologi renderan graphic yang paling muktahir.

Tapi kalo kita ada sense lebih terhadap sebuah film, maka 10 menit pertama, UP bisa membuat kita meneteskan air mata, ya minimal membuat mata berkaca-kaca-lah.

Hehehe.. paling gak itu yang terjadi sama beberapa wanita yang nonton di bioskop. Selanjutnya aksi lucu, menegangkan dan mustahil pun berlangsung sampai akhir film.

Ini pula yang membuat UP pun berbeda dengan karya animasi Pixar lainnya. Unsur drama sebenarnya begitu terasa di dalam aksi yang menegangkan. Yah... mungkin sulit kalo marasakannya pada saat bersamaan, tapi kalo dikonklusikan, kita bisa mendapatkan kesan tersebut.

---

Terkadang kita hanya terpaku pada satu impian. Mungkin itu impian kita atau impian orang yang kita cintai yang dengan mati-matian kita berusaha untuk mewujudkannya.

Banyak film yang meramu hal tersebut, dan banyak pula yang berakhir happy ending bahwa the impiannya tercapai.

Dalam film UP juga demikian, sang suami berpikir bahwa bagaimana pun juga dia harus membahagiakan istrinya, yang punya impian berpetualang ke daerah yang menakjubkan.

Apa daya, sampai akhir hayat sang istri, impiannya tidak pernah tercapai. Paling nggak, menurut sang suami.

Maka dengan tekad bulat, dalam kesendiriannya sang suami yang sudah uzur, memutuskan memenuhi impian petualang sang istri, sekaligus memindahkan rumahnya ke daerah yang menakjubkan.

Tidak mudah tentunya membawa rumah dengan balon gas satuan, yang dirangkai menjadi ribuan balon dan bisa mengangkat rumahnya dan mengangkasa. Di sini lah letak aksi mustahilnya.

Petualangan yang tidak mudah ini, singkat cerita bisa dilakukan dan akhirnya rumah tersebut mencapai tujuannya. Tentunya dengan segala usaha yang membahayakan dan bahkan hampir membuatnya mati.

Bersamaan dengan itu, sang suami menemukan album kenangan dan dairy sang istri. Sebenarnya album tersebut sudah sering dibukannya, untuk memotivasi dirinya melakukan petualangan. Tapi hanya dibuka sampai halaman "impian" sang istri, dia tidak pernah membukanya sampai akhir.

Ketika petualangannya sudah hampir selesai, dia pun membukanya sampai akhir. Dan di situlah dia menemukan arti petualangan terindah yang sebenarnya sudah dialami sang istri.

--

Selama hidupnya dengan sang suami, si istri sudah rela melepaskan impian masa kecilnya. Karena dia tau, saat ini, dia sudah memasuki petualangan baru yang lebih seru dan menasikkan... hidup bersama orang yang dicintai dan menjalakan hidup dengan penuh cinta. Itulah petualangan terbarunya dan yang paling diinginkan.

Sedikit banyak, film ini mengatakan, hidup ini sebenarnya akan selalu indah dan manakjubkan. Bahkan sama indahnya seperti bayangan impian masa kecil kita.

Bukan berarti impain bagus yang lama harus dibuang. Adalah baik untuk diperjuangkan, tapi bersamaan dengan itu, apa yang ada sekarang pun harus menjadi bagian petualangan hidup kita yang menakjubkan.

Paling tidak, kita tidak akan menjadi frustasi kalo impian kita tidak pernah tercapai. Karena, memang bisa aja, impian kita tidak pernah tercapai.

Walaupun demikian kita harus tetap UP!

Thanks for the adventure. Now go have one of your own - Ellie's Dairy (the wife)


2012 by Roland Emmerich

Serasa kurang puas "menghancurkan" Manhattan dengan GODZILLA-nya, dan ternyata kota2 besar dunia masih survive setelah pertempuran besar di INDEPENDENCE DAY, serta mungkin dia baru "tau" kalo THE DAY AFTER TOMMOROW hanya terjadi di belahan amerika utara, maka sang mega destroyer kali ini berpikir, bagaimana kalo yang "hancur" itu seluruh bumi dan isi-nya?

Dan dicobalah ini : 2012 by Roland Emmerich

PS. btw, itu air dari mana ya datangnya?

Monday, July 27, 2009

Reuni

Teringat suatu ketika masih anak-anak, barangkali waktu itu masih SD. Banyak dari kita yang masih anak-anak seringkali berpikir... "enaknya jadi orang dewasa, tinggal nyuruh dan punya power untuk menghukum". Sementara sebagai anak-anak, sepertinya beban hidup begitu berat. Musti bangun pagi, ke sekolah, bikin PR, ikut les, belajar, ujian, dan lain sebagainya yang umumnya tidak disukai anak-anak.

Ketika anak-anak mungkin kita tidak suka hal tersebut, karena kita belum paham sepenuhnya, apa maksud "pemaksaan" para orang dewasa tersebut. Ya, memang tidak semua anak merasa dipaksa, justru ada yang merasa dia harus sekolah dan bejalar, bahkan ketika orang tuanya tidak peduli. Dan sampai akhirnya ketika kita sudah dewasa, kita baru mengerti dan paham, bahwa semua itu adalah penting banget.

Tapi lucunya, ketika kita sudah dewasa dan sudah punya tanggung jawab yang lebih, tidak sedikit dari kita yang merasa.. "aduh enak ya dulu, waktu masih anak-anak, gak usah pusing soal uang, kerjaan, cari makan, urus anak & keluarga, dsb." Jadi anak-anak lebih enak, cuma tidur, makan, ke sekolah, belajar, dsj.. udah. Mereka gak perlu pusing kalo kena marah bos, atau omset lagi seret, atau ngurus anak sakit, dsb. Dan seringkali kenangan masa anak-anak merupakan kenangan yang paling indah dan tak terlupakan (ada sih beberapa orang yang justru pengen banget melupakan masa kecilnya).

Mungkin pola pikir seperti ini lah yang akhirnya menimbulkan yang namanya "reuni". Bisa dibilang hampir semua orang yang pernah mengalami masa sekolah, pasti ketika dewasa mengadakan reuni. Walaupun reuni nya cuma dengan sohib dekatnya yang mungkin cuma 2-5 orang. Dan di kelompok tertentu bahkan mengadakan reuni besar-besaran bahkan bisa sampai kategori "pesta akbar".

Sepertinya pola pikir di atas ada benarnya. Karena hampir setiap topik reuni-an, pasti membicara kan.. "dulu lo begini.. begitu.."; "inget gak dulu si anu.."; "aduh seru banget ya dulu"; "jadi pengen sekolah lagi nih.."; dsj.

Ya pada akhirnya, setiap masa itu ada sikon-nya. Situasi yang membuat kita ada di suatu kondisi (heh..?? :D). Dan bagaimana pun juga harus kita lalui dan sepastinya itu bisa. Toh bagaimana pun yang namanya waktu, itu akan terus berjalan. Dan ketika dia berjalan, di situ ada perubahan. Yang mungkin tidak pernah kita pikir kan sebelumnya.

Misalnya, siapa sih yang pikir, kalo waktu di SD dulu, or-tu-nya kaya raya banget, tapi kemudian kena musibah dan membuat segalanya lenyap; atau siapa sangka yang dulunya dia (or-tu-nya) cuma penjual kue, dan untuk uang sekolah aja kadang nunggak, tapi sekarang dia punya perusahaan besar; atau siapa yang sangka juga yang dari dulunya biasa-biasanya, trus berharap mejadi sukses - yah minimal sukses dalam karir/bisnis - tapi nyatanya sampe sekarang hidupnya biasa-biasa aja, yang berubah paling umurnya.

Untuk itu semestinya hidup ini harus kita syukuri. Bersyukur-lah kalau kita punya masa lalu, minimal bisa mengisi pikiran kita dan memunculkan kenangan-kenangan yang tidak akan kita alami lagi. Tapi semestinya itu cukup untuk membuat kita tersenyum. Bahwa kita pernah ada di masa itu.

Menajalani hidup, itu penting. Tapi mensyukuri hidup, itu jauh lebih penting.

Monday, March 23, 2009

Bangku Emang Penting.!!

Bayangin kalo sekolah gak ada bangku (ya tentu juga maksudnya gak ada meja), mau gimana coba tuh murid-murid belajarnya? Bisa aja sih lesehan, tapi jelas gak konsen-kan. Apalagi kalo pas ujian, masak harus nungging-nungging di lantai?

Menurut berita terkait, juga dari beberapa media lainnya, sekolah ini masih menunggak pembayaran atas pengadaan mebeler untuk sekolah tersebut. Pasalnya, budget pengadaan itu berdasarkan APBN yang sudah ditetapkan. Hanya saja entah gimana, APBN untuk untuk sekolah tersebut nggak kunjung cair, sampai mebeler sudah jadi dan bahkan sudah digunakan.

Suplier jelas taunya bahwa sekolah harus bayar. Sementara sekolah terus menunggu kapan dana dari pemda setempat bisa cair. Dan sampai berita terbaru diturunkan, kemungkinan dana tersebut tidak akan pernah cair, karena sudah lewat masa waktu perhitungan anggaran pemda!!

Lantas..???

Bupati (atau wakil bupati - sori lupa) setempat, berdasar berita di televisi, hanya berkomentar, "Dana itu sudah dikembalikan ke kas daerah dan tidak bisa dikeluarkan lagi." Titik.!! dan itu saja penjelasannya, tanpa solusi..!!

Mampus giela kali..?!! Mereka yang bikin aturan, mereka yang menghambat dan mereka pula yang cuci tangan.

Bangku emang penting! Sangking pentingnya tuh bangku, gak ada kan pejabat setempat or pusat yang peduli. Karena bangku sekolah itu, bukan bangku mereka. Sementara mereka sekarang harus memperebutkan bangku mereka sendiri. Supaya kebagian tempat duduk di DPR or DPRD or DPD or apalah itu namanya.

Kalo aja peduli sejenak, paling cuma butuh itungan menit untuk bisa membantu melunasi hutang sekolah tersebut. Dan masa depan sekolah itu tetap jelas. Tapi sepertinya emang bukan itu tujuan mereka berkempanye. Bukan untuk masa dapan siapa-siapa, tapi masa depan masing-masing!!

Tapi sebenarnya yang paling heran, ya tindakan atau "solusi" pemda setempat. Yaitu... TIDAK ADA SOLUSI. Itikat baiknya cuma dari omongan... "tunggu APBN berikutnya..."

Padahal sekolah itu ada tanggung jawab mereka tentunya. Apapun yang terjadi,  bukankah semestinya mereka bertanggung jawab?

Ya gak tau-lah. Yang pasti sih, sepertinya, bagi pemerintah, sekolah bukanlah ladang bisnis yang menguntungkan. Mungkin selain karena mereka masih anak-anak, mereka toh juga gak milih para caleg. Ya karena emang mereka belon punya hal pilih.

Bangku emang simple, tapi bangku itu penting bung.!!

Thursday, February 05, 2009

Come and Gone

Hampir dalam waktu yang bersamaan, beda hari tapi gak sampe 24 jam. Gue mendapat kabar suka dan duka.

Seorang teman baru saja melahirkan anak putri nya pada tanggal 4 Februari ini. Selamat ya buat Dina dan Doni, dengan anaknya Maila Hana Kamila. Kiranya kalian menjadi orang tua yang penuh kasih dan peuh didikan, supaya kelak anak kalian menjadi anak yang berbakti pada orang tua-nya.

Tapi seorang teman pula, pada pagi ini, 5 Februari jam 4 dini hari, dikabarkan telah berpulang ke "Rahmatullah". Setelah penyakit kanker teroid-nya tidak bisa dilawan. Inalilahi wa ini lilahi rojiun... Demikian ucapan duka bagi agama mereka. Selamat jalan Pak Krisna (Zacharia Kristna Ondong), semoga segenap keluarga diberi kekuatan dan penghiburan. Doa gue sekarang adalah untuk keluarga beliau.

Sabtu lalu [31.01.09], waktu gue besuk Pak Krisna, beliau dalam keadaan baik dan berharap positisif. Karena rencananya, Selasa atau Rabu akan dioperasi. Dan dokter pun sudah memberi lampu hijau, jika operasi ini berhasil, maka kesehatan bisa berangsur membaik. Pak Krisna meminta dengan sangat supaya gue mendukung dalam doa. Permintaan ini sungguh luar biasa, karena Pak Krisna meminta dengan penuh harap dan berserah penuh pada "kuasa doa" (meminta kepada siapa saja yang memang mau berdoa dan dalam agama apa pun). 

Tapi memang Tuhan berkehendak lain. Hari ini [05.02.09], Pak Krisna sudah berpulang. Ya.. selamat jalan Pak, mohon maaf jika doa-doa ini belum "berkuasa". Sekarang gue hanya bisa berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan, untuk istri  dan anak-anak-nya. Amin...


Monday, January 05, 2009

2009 - the beginning

Yah.. beginning-nya sih udah lewat beberapa hari sih. Cuma secara baru masuk kantor, jadi baru leluasa akses internet. 

Entah virus apa yang menyerang hati, pikiran dan nurani hampir semua orang yang gue tau punya akses internet dan juga (kabetulan.?) punya account facebook. Coba liat di "update" profile mereka. Hampir semua ngomong yang sama. Dan khususnya untuk hari ini.

"Kerja lagi..."
"Abis libur panjang... sekarang kerja lagi"
"Mulai kerja... ayo semangat.."
"Taon baru... semangat baru.. kerja lagi..!!"

Ya pokoknya kalimat-kalimat seperti itulah. Dan karena hampir semua berkomentar gitu, makanya gue bilang... ini orang entah pada kena virus apa ya.? Atau justru gue yang kena virus "gak nge-rasa udah musti kerja". Hahaha.

Yang pasti, mau gak mau emang ini udah taon baru. Barangkali untuk sebagian orang ada yang serba baru dalam kehidupan mereka. Tapi tidak semua orang punya kemampuan untuk memiliki yang baru-baru. Makanya paling nggak slogan "semanggat baru" itulah hal baru yang bisa dimiliki. Dan berbahagialah orang yang bisa memiliki dan menikmati semangat  baru itu. Bisa dipastikan mereka adalah orang-orang yang menikmati waktu atau menggunakan waktu dengan baik, dan mengusahakan yang terbaik disetiap waktu yang ada.

Di sebuah film lokal pernah ada dialog seperti ini.
"Waktu itu tidak terlihat dan tidak terasakan. 
Kita hanya bisa sadar bahwa waktu itu ada.
Jika kita sudah melewati waktu, 
atau ketika waktu sudah melewati kita."

Monday, December 01, 2008

Semusim, tlah ku lewati

Kalo mengikuti musim di negara yang punya 4 musim, maka lagu yang baru aja gue denger, rasanya cukup pas.
Semusim, tlah ku lewati, tanpa dirimu…
Ini sih memang lagu indo, tapi gue mengkondisikan kata musim dengan musim di negri 4 musim.

Ya.. gitu deh, udah semusim gue hampir gak ketemu dia. Kalo pun ketemu bisa dihitung pake jari dan itupun cuma karena berpapasan. Dan secara total, udah setaon lebih gue stuck on the situation. Tapi herannya juga, gue gak merasa mau get out from the situation. Gue lebih cenderung membiarkan diri di situ. Sampai akhirnya sekarang.. udah “semusim” berlalu dan gue hampir gak pernah ngobrol-ngobrol lagi.

Sebuah film ada adegan dengan dialog lebih kurang demikian,
“It’s over now, and it was happened almost 2 years…”
“but, do you still think of me, don’t you?”
“I don’t know…”
“Just answer me… do you still thing of me?”
“….”
“Do you..?”
“Yes…”
“That’s mean, it’s still not over yet…”
Gue juga barusan nonton film ini, dan ketika dialog ini muncul, gue sontak sedikit terperangah… Ternyata gue juga “still thinking of her…”
And it’s happened know… today…

Thursday, November 20, 2008

Perlu Sahabat?

Belum lama ini, gue denger pembicaraan di antara teman2 gue yang usianya jauh lebih muda dari gue. Dan ternyata topik yang mereka bicarakan kurang lebih sama kaya gue dan teman2 seangkatan gue dulu, waktu masih seumuran mereka.

Dan akhirnya, gue kok ngerasa udah lama gak pernah ngobrol2 sama temen2 soal kehidupan lagi yah..?? Dulu rasanya sering tuh ngobrolin soal cita2, soal target hidup, soal pasangan hidup, dll. Intinya ngobrol yang akhirnya membuat kita saling tau.. “oh ternyata si anu, hobinya itu toh, oh, dia punya impian soal pasangan hidupnya yang seperti itu, oh, dia ternyata punya pandangan hidup yang begitu..”

Sekarang..?? Walo pun dulunya gue pernah cerita2 soal di atas, dan merasa sudah kenal temen2 gue, tapi sekarang rasanya jadi gak kenal. Seperti ada yang gak terupdate. Dan gue sendiri merasa orang lain mungkin udah salah duga soal pandangan hidup gue, ya karena gue juga gak update ke mereka. Hal ini terjadi karean di atara gue dan teman2 udah gak pernah ngobrol soal kehidupan lagi.

Mungkin sebagian merasa tujuan hidup gw udah cukup. Gak perlu lagi lah nambah2 info dari pihak lain. Toh pada akhirnya tiap orang punya jalannya sendiri2.

Hmm.. sambil nulis ini, sebelum masuk paragrap ini gue baru kepikir. Mungkin itulah yang namanya “perlu sahabat”.

Memang gak semua orang punya sahabat, apalagi sahabat kental. Tapi sepertinya untuk kasus gue di atas, sepertinya yang gue perlukan adalah SAHABAT.

Monday, October 06, 2008

Abis Libur Lebaran

Gue sih gak lebaran lah ya... tapi karena ini libur nasional, jadi gue ikutan liburan juga dong.

Liburan 2008 kali ini diawali dengan outing ke daerah Cipayung bareng sama temen-temen dari komunitas Jejak Kaki, maksudnya temen-temen yang gue kenal dari komunitas itu. Jadi outing kemaren itu bukan atas nama JK. 

Outing kemaren itu [27-29.09.08], bener-bener liburan. Kita gak terikat waktu dan mo kemana aja tergantung mood. Tapi kayanya tetep ada temanya deh.... Tidur, makan, foto-foto... hehehehe. Dan "sialnya".... gue lah yang jadi photographernya. Ya.. agak keluar energi juga, tapi it's all fun dude...

Dari tanggal 30.09 - 4.10, gue lanjut ikut retreat GMI Imanuel. Hebatnya retreat kali ini, diadain di Salatiga.! Jauh coy... 

Tapi emang konsepnya sih retreat wisata, jadi emang sekalian sedikit tur ke Borobudur dan Jogja. Gak di sangka juga, untuk retreat sejauh itu, persertanya mencapai target, dan bahkan masih ada mo minta ikut, cuma karena emang kapasitas hotel udah full, ya terpaksa mereka tidak bisa ikut.

Pesertanya kurang lebih 350-an. Dan hotel terbesar di Salatiga - Grand Wahid Hotel, kita booking full. Kita berangkat dengan 6 bis kapasitas 59 seat. Jadi kebayang juga dong padatnya tuh bis. Udah isi orang, blon lagi barang-barang pribadi dan konsumsi untuk di perjalanan... But again... it's all fun. Bahkan dari Lansia mereka juga enjoy dan gak ngeluh.

Tapi bagaimana pun, selama perjalanan, retreat dan wisata itu, kita bener-bener diberkati. Karena ada kekuatiran jalan macet abis, panitia pun mempersiapkan berbagai kemungkinan kalo perjalanan akan mencapai 24 jam or lebih. Maklum bo, itu juga jalur mudik dan selama h-5, rata-rata perjalanan orang-orang mudik, mereka terjebak macet sampe 19 jam untuk sampe Cirebon. 

Amazing-nya, kita yang berangkat H -1, nggak kena macet sedikitpun... Jakarta-Salatiga, cuma 11 jam.!! Ini emang waktu rata-rata kalo hari biasa. Dan dengan perjalanan jauh itu juga, yang tadi nya kuatir kalo banyak peserta yang bakal sakit, ternyata nggak... Ya, ada sih, tapi sedikit dan ringan-ringan aja.

Over all... Thanks God. Dan sampe kembali ke Jakarta, kita semua juga dalam kondisi yang baik dan tetep fun. 

Buat gue, masa liburan kemaren emang nyantai abis. Dan gue juga gak mikirin banyak hal, kecuali bantu panitia bikin video closing clip aja di retreat. Selebihnya adalah menikmati perjalanan dan sedikit merasakan suasana kota Salatiga dan Jogja. 

Catatan aja, kondisi Malioboro tanggal 03.10.08 kamaren.... udah sama kaya PRJ... hahaha... gile tuh orang, dari mana aja ya..??!!


Thursday, September 04, 2008

kopdar Jejak Kaki

Jejak Kaki, gue tau dari Kompas. Lupa yang tanggal berapa, yang pasti dari kolom Komunitas, yang suka tampil di koran Minggu. Entah kenapa gue langsung merasa ini komunitas yang gw cari selama ini. Tapi bukan maksudnya gue selama ini selalu mencari-cari dan gak pernah cocok. Dan selama ini juga gak pernah kok ngubek-ngubek komunitas untuk di-join-in. Pas baca perihal JK ini gue merasa dan berharap kalo ikut mereka, gue bisa menikmati perjalanan ke berbagai tempat dengan biaya lebih murah dan tujuannya juga pasti.

Setelah ikut ngobrol-ngobrol di milis dan baca-baca di multiply nya, gue berharap someday bisa ikut mereka untuk mulai menjejakkan kaki di daerah-daerah wisata. Soal budget, memang masih dikontrol owner, tapi bagusnya emang owernya berorientasi cari budget semurah mungkin untuk satu paket trip. Walo pun arti murah ya masih relatif. Tapi jelas beda dengan harga tour komersil. Plus nya lagi, perserta trip diorientasikan untuk terus berteman dan jadi komunitas yang terus eksis. Nggak cuma ikut trip, pulang, trus goodbye.... Nah, gak lama sejak JK tampil di Kompas, milis JK pun kebanjiran member. Dan banyak juga yang request untuk kopdar sebelum ikut trip yang official. Akhirnya disepakati untuk kopdar tanggal 17 Agustus 2008. Selain untuk ketemu member baru, juga memperingati 17-an ala kadarnya.




Ternyata some new members ini asik-asik orangnya. Walo masih baru kenal, tapi kita udah tancap gas aja dalam komunikasi, udah kaya kenal lama. Yeahh good step lah... Dan kopdar ini emang “dikontrol” juga, jadi kita mah tinggal terima bersih aja dan yang susah cuma beberapa orang aja... hahahaha... tapi mereka sukarela banget kok.

Kita kopdar-an di Sukabumi, di villa baru 1/2 jadi
salah satu new member. Villa cuma jadi base camp dan tempat maen game 17-an. Jadi walo pun ala kadar nya.. ya no problem lah... Sebelumnya kita cross country dulu, lewat rumah penduduk, sawah & kebun teh. Lumayan jauh buat yang gak biasa, terbukti ada yang tepar... huehehehe.. dan terpaksa melanjutkan trek sampe ke villa naek ojek... untuk gak ujan dan gak becek... padahal jarak ke villa sih tinggal 5 min jalan kaki lagi.

Sepanjang hari itu everything was fine dan asik.

Kopdar berikutnya digelar tanggal 31 Agustus kemaren, di food court Plasa Semanggi. Kebetulan JK abis trip dari Bangka Belitung - yang katanya yahud punya... Jadi sekalian kumpul-kumpul untuk tukar foto dan lepas kangen... (hare gene pake lepas kangen...???).


Ternyata emang tabiat member JK hampir sama yee.. kenal gak kenal, selama lo suka jalan murah meriah... hayuuukkkk cela aja... huehehehe...




Ya pokoknya kalo bicara friendship... JK oke lah. Yang jadi member aja sangat variatif... sampe yang udah oma-opa juga ada... dan tetep jalan... kaga pake deh tour yang manja-manja. Tapi menurut info, JK juga ada kok trip “high-end”, kalo istilah gadgets. Yang emang orientasinya kenyamanan, tapi tetep dengan budget yang diusahakan jauh lebih murah dari tour & travel.

Yang tetep jadi poin “jual” nya adalah friendship... so, walo pun memang terkesan perlu keluar dana cukup gede, tapi dijamin friendship nya akan lekang, otomatis kenangan trip juga lebih berkesan.

Begitu cerita dari member lain yang udah pernah ikut trip JK.

Gue...?? sampe saat ini blon... hehehehe...

Monday, June 16, 2008

Perjuangan

Ada perjuangan yang pasti berakhir. Tapi ada juga perjuangan yang tidak pernah selesai.

Perjuangan itu sendiri tidaklah selalu karena sebuah pertikaian. Untuk memilih dan menentukan, itu juga butuh perjuangan. Karena harus dipikirkan dan dipertimbangkan, kita bukan sekedar memungut pilihan itu – atau bahkan untuk sekedar memungut sesuatu, seringkali butuh perjuangan kan?

Entah aku ada dimana? Entah aku sudah cukup bejuang? Aku ingin berhenti berjuang, paling tidak untuk satu hal ini. Karena akan banyak lagi hal yang harus kuperjuangkan di depan, tidak untuk satu hal itu saja.

Seorang teman tiba-tiba bertanya, “Bagaimana sekarang? Masih memperjuangkan hal yang sama?”

“Entahlah…”, kataku tak bersemangat.

Apakah tak bersemangat itu merupakan tanda aku harus berhenti berjuang? Setelah sekian lama banyak yang ku “korban” kan demi sebuah perjuangan ini? Hanya “entahlah” yang masih bisa kujawab.

Aku tahu, ada hal sepertinya masih kurang kuperjuangkan. Aku hanya mengharapkan mujizat kemenangan. Tapi tidak selalu kan mujizat itu kan menghampiri kita?

Sekarang aku hanya tidak tahu… dan memang TIDAK TAHU.

Kata orang, perjuangkan ku akan mubazir, jika kuakhir sekarang. Kalah sebelum berperang, demikian istilah mereka. Tapi… hey.. bukankan aku sudah berjuang? Bukankah wajar jika ada menang dan ada kalah. Dan mungkin kali ini kalah adalah milikku.

“Iya..!! Tapi kamu belum pernah terjun di medan perangnya..!!” hardik mereka.

“Lantas..?” tanyaku.

“Kamu masih sebatas menyusun strategi dan rencana. Itu yang kamu namakan berjuang?”

“Entahlah…”, kataku tak bersemangat.

Saat ini yang ku butuhkan hanyalah semangat. Semangat yang bisa membuatku tetap maju berjuangan. Mungkin memperjuangkan hal yang sama, tapi dengan lawan yang berbeda. Karena memang sepertinya perjuangan ku adalah perjuangan yang tak pernah selesai.

Entahlah…

Yang pasti sudah banyak perjuangan lain yang menanti. Entah aku siap atau tidak, sepertinya semua perjuangan itu harus ku jalani bersama. Dan untuk semuanya, aku berharap menang. Atau paling tidak aku bisa mengakhiri perjuangan itu dengan damai.

Blogged with the Flock Browser

Monday, June 02, 2008

A Trip for Life

Perjalanan baru-baru ini, merupakan perjalanan yang WAH banget buat gue. Seumur-umur gak kebayang bakal bisa ikut trip ini. Bahkan sampai 2 minggu menjelang berangkat, gue masih menaruh option GAGAL dalam list keberangkatan gue.

But overall, it’s about God’s will. And I believe that. Semua memang udah maunya Tuhan kalo gue bisa terlibat dalam trip ini. And I thanks for that, a deeply thanks to God.

Ke luar negeri jelas jadi impian banyak orang, apalagi orang macam gue yang suka travel – walopun melakukan travel buat gue masih dalam itungan jari yang ada di badan. Gue suka travel, cuma karena masalah duit yang gak kunjung mendukung, maka pengalaman gue pun masih dalam itungan jari.

Tapi boleh percaya or nggak, akhirnya travel pertama gue ke luar negri justru ke kota yang taon 2007 sempat tercatat sebagai kota termahal di Asia. [1], [2]

Korea Selatan memang salah satu negara yang rapi dan modern. Seoul juga bisa dibilang – dan pasti nya sih iya – sebegai kota penting dunia. Dan kenyataannya, udah gue singgahi juga dalam hidup gue ini.

Trip kali ini memang dalam rangka spiritual trip, jadi bukan jalan-jalan semata. Dan bagaimana gue bisa ke Korea, kronologinya mungkin seperti ini :

1. Gereja gue – Methodist Imanuel – (taon berapa… gue lupa, mungkin 2005 or awal 2006) mulai kerjasama dengan gereja Methodist Chuncheon Korea. Dan kita jadi sister chuch

2. Taon 2006, mission team pemuda dari Methodist Chuncheon, mulai “wajib” mampir ke gereja gue. NOTE : udah sejak lama, gereja-gereja di Korea mengadakan mission trip, dari sekolah minggu sampai lansia.

3. Kunjungan ke dua, taon 2007, pemuda Methodist Indonesia, ditantang untuk mengunjungi gereja-gereja di Korea, dan sebagian biaya akan ditanggung mereka. Kita cuma perlu bayar 500USD. Sontak waktu itu, banyak yang berminat. Pikir mereka, ini Korea dan “cuma” 500USD pula.

Selanjutnya proses mulai berjalan. Peserta yang udah komit berangkat, harus melakukan banyak persiapan. Mulai dari latihan sampai mission training. Semua itu bekal untuk kita mendapatkan hal spiritual yang lebih besar lagi.

Dan memang ini bukan vacation trip, ini adalah mission trip.

Aneh memang kalo kita cuma mengambil kata mission trip dari premis umum. Kalo ke Korea Selatan, apanya yang mau di-misi-in.? Secara “kemampuan”, misi agama mereka udah jauh diatas rata-rata. Gereja terbesar di dunia aja, adanya di Kor-Sel [3], demikian juga gereja Methodist terbesar di dunia ada di sana. Lantas misi apa lagi mau orang Indo kerjakan di sana?

Premis umum berkata demikian.

Tapi kata misi itu sendiri, bagi gue, bukan melulu melakukan hal yang dikatakan premis umum, yaitu melakukan kegiatan/penyebaran/memberitaan agama – dalam hal ini agama Kristen – ditempat yang belum tersentuh atau sedikit Kekristenannya.

Pada kenyataannya gue memang lagi mengemban suatu misi. Misi untuk bisa melakukan sesuatu buat gereja gue, setelah gue mendapatkan banyak hal spiritual dari mission trip ini. Hmm… tapi kalo sekedar nama memang udah telat sih, tapi kayanya lebih tepat kalo disebut SPIRITUAL TRIP. Karena memang itu yang terjadi dan itu yang kita dapatkan.

Seperti diawal gue bilang, ini adalah suatu trip yang WAH. Gue bisa jamin, kalo elo melakukan perjalan wisata, mungkin elo merasa itu keren banget. Tapi ketika daerah wisata elo ternyata suatu saat udah usang dan basi, bisa jadi pengalaman elo itu jadi gak keren lagi.

Tapi ketika lo melakukan perjalan seperti gue ini, maka pengalamannya tidak kenal waktu. Spiritual Trip, kalo emang ternyata “kena” di hati elo, bakal jadi cerita yang luar biasa seumur hidup elo. Dan gak menutup kemungkinan kisah elo akan tercatat dalam sejarah. Walo pun itu sekedar sejarah keluarga. Some kind, become a legend.

Yah gue gak bilang gue maniak mau jadi legenda. Tapi satu yang pasti, kalo itu terjadi, sesuatu yang besar pasti sudah terjadi di lingkungan elo, karena elo sudah jadi berkat buat mereka.

===

NEXT semoga gue punya cukup waktu sengggang untuk bisa nulis cerita-cerita lain selama gue di Korea.

Miss you guys… friends, Mr.Kim and Omma…