All story that connected with my life. About love, spirit, friendship, courage, experience, etc. You will see what I saw, you will feel what I felt and you will know what I knew.
Mimpi bisa dipastikan adalah hal yang tidak nyata. Meski terkadang banyak juga yang mengalami "mimpi jadi kenyataan". Tapi bagaimanapun, sebenarnya ketika mimpi itu sedang terjadi - mimpi indah tentunya - itulah saat-saat yang paling menyenangkan. Dan ketika mimpi itu berlalu, kita mengharapkan yang indah itu terjadi lagi. Walaupun dalam mimpi.
Sayangnya, yang indah dalam mimpi itu bisa berlalu dan kita gak kuasa menahannya untuk tetap ada dalam tidur kita. Kita pasti akan bangun, dan sejenak... semuanya berlalu. Harapan tinggal harapan dan belum tentu yang indah itu datang lagi.
Gue, sepertinya sedang mengalami "mimpi jadi kenyataan". Sayangnya, ini pun adalah mimpi dalam dunia nyata. Dan kenyataan ini pun barangkali hanya mimpi. Paling tidak kalo dianalogikan dengan mimpi, barangkali kenyataan ini pun hanya sementara.
Sebenarnya, gue harus segera bangun. Pilihan ada di tangan gue. Cuma aja, seperti mimpi-mimpi indah dalam tidur, gue pun enggan untuk sadar, karena mimpi ini terlalu indah.
Mimpi ini sepertinya datang terlalu cepat, tanpa proses. Dan kenyataan pun sepertinya mengatakan, bahwa ini hanya mimpi yang diijinkan menghampiri gue. Dan setelah itu akan segera lewat. Pilihannya adalah, gue mau melewatinya dengan "aman" atau mugkin nanti sudah "parah".
Bagi yang sering gonta ganti status di FB, mungkin gak asing dengan istilah "It's complicated". Di beberapa jejaring sosial juga umum-nya ada option ini dalam kolom "Status".
Ya barangkali istilah ini memang umum dalam pilihan kolom status, di web yang berbasis jejaring sosial. Cuma istilah ini mungkin baru ngetop setelah Gen N berkembang, ya paling gak dalam 5-8 tahun belakangan ini.
Tapi sampe sekarang, gue gak tau persis, apa maksud "it's complicated" ini dalam pilihan kolom status. Kalo pun gue bisa mengerti secara harafiah, tapi gue masih gak ngerti kenapa option ini harus ada.
Complicated, kalo diterjemahkan bebas adalah "ribet". Nah, kalo emang betul maksud dalam status itu adalah "ribet" juga, kenapa harus jadi opsi.?
Ujung-ujung-nya sebuah pernyataan status di jejaring sosial, pasti mengarah ke mencari jodoh. Ya kecuali kalo yang udah memastikan kalo dia "in relationship" atau "married". Tapi minimal mau menginformasikan keadaannya yang "begini loh", jadi untuk yang jadi temannya boleh "begitu" atau tidak boleh "begitu".
Nah, kalo statusnya "it's complicated" ? Lantas apa yang musti dilakukan?
Kalo sebuah hubungan itu sedang "ribet", lantas apa ya? Apa artinya, "gue sedang mikir nih, maunya bagaimana? tapi kalo ada yang 'try' boleh-boleh aja, toh status sekarang kayanya lagi gak jelas... tapi ya sebenernya masih ada status sih...?"
Hmm... gak tau juga sih.
Karena gue sendiri kayanya merasa sedang "it's complicated" dalam konteks gue sendiri, yang barangkali artinya sama dengan status yang dimaksud dalam option status di jejaring sosial.
“Kembali kami tawarkan… (entah kenapa para asongan itu selalu bilang ‘kami’ padahal sedang sendiri) buku cerdas yang bisa menambah wawasan anak-anak kita (kita.?? emang gue bersaudaraan sama lo??)”
“Buku ini berisikan macam-macam pengetahuan, ada berhitung, rumus-rumus matematika, standard-standard ukuran, pulau-pulau di Indonesia, nama-nama Benua, Ibukota-ibukota Negara, mata uang seluruh Negara, ….. bla..bla..bla.., juga sejarah penemuan-penemuan penting… penemuan radio, telepon, pesawat tebang, dan bla..bla..bla..”
Hmmm… ternyata pedagang satu ini termasuk punya ingatan yang kuat dan pengetahuan yang cukup. Dia fasih menyebutkan istilah matematika, kategori-kategori dalam buku pengetahuan tersebut, dan promo yang panjang dengan istilah masing-masing secara rinci. Kalo mau diperhatikan apa yang disebutkan tanpa salah dan tidak terbata-bata.. alias hapal luar kepala.
Tapi ketika dia menyebutkan “penemuan”… gue langsung kepikir… sepertinya bener juga, kalo dari dulu kita belajar sejarah umum or apalah yang punya asal usulnya (biologi, matematika, fisika, dsb), pasti dikategorikan sebagai “penemuan”
“Siapa yang menemukan telepon.?” atau “Penemu lampu pijar adalah Thomas Alva Edison”, kira-kira begitu biasanya seorang guru memberi penjelasan. Dan hal ini pun terbawa dalam pola pikir kita.
Jadi siapa yang menemukan telepon? Barangkali agak susah mengungkapkannya, karena umumnya telepon ada di dalam rumah. Kalo yang menemukan handphone, mungkin banyak. Bisa sopir taksi, pelayan resto, dsb.. . hehehe.
Bisa jadi, ini juga sebabnya Indonesia agak sulit berkembang dalam hal tertentu. Karena ternyata selama ini hanya mengandalkan penemuan-penemuan. Dan setelah sekian lama mencari, gak ketemu-ketemu. Paling banter ketemunya pohon sawit, pohon pala, pohon kopi, tambang batu bara, tambang besi, dsb. Karena semua itu emang ada di kepulauan Indonesia, makanya bisa ketemu. Hehehe.
Entah kenapa hasil ciptaan orang, di Indonesia disebut penemuan. Padahal orang tersebut bersusah payah untuk menciptakan, bukan lagi di trotoar or di pasar, terus… “eh, ketemu nih..”
Kata penemuan bukannya lebih bermakna “mendapatkan sesuatu dengan tidak sengaja, atau mendapatkan sesuatu dengan usaha mencari”? Jadi apa yang ditemukan sudah ada sebelumnya, hanya saja belum menjadi miliknya.
Sementara “penemuan-penemuan” yang dimaksud, sepertinya berasal dari kata “invent” yang artinya +/- : “memproduksi/menghasilkan/menciptakan sesuatu untuk pertama kali”. Memang sih dalam proses menciptakan tersebut melalui rangkaian percobaan, yang mungkin pada awalnya belum menemukan formula atau rumus yang tepat. Setelah mencoba beberapa kali, baru ketemu formulanya. Jadi sepertinya yang dimaksud ketemu atau penemuan, bukanlah objeknya, tapi prosesnya.
Kalo gitu istilah “penemuan” bisa bener juga. Cuma kalo dikalimatkan kok jadi kurang tepat. Ya seperti tadi… “siapa yang menemukan telepon?” atau “siapa penemu telepon?”. Makanya kemudian ada joke demikian.
Disebuah kelas guru bertanya pada murid-muridnya, “Anto, siapa yang menemukan obat penicillin?”.
Anto tidak menjawab, malah tertunduk takut.
“Kalo gitu.. Budi.. siapa yang menemukan obat penicillin?”.
Budi malah gemetar ketakutan.
“Kalian ini gimana sih.. Ali.. siapa yang menemukan obat penicillin?”.
“eh.. bu..bu..bukan saya bu… huaaahuaa…”, jawab Ali sambil nangis ketakukan.
Kalo nonton film ini dengan mengambil main set bahwa film animasi adalah hiburan dan canggih, maka kita bisa aja miss some point yang sebenarnya justru beyond that entertainment.
Overall, UP seperti film animasi Pixar lainnya. Yang pasti relatif selalu beda tema dan tokoh, plus teknologi renderan graphic yang paling muktahir.
Tapi kalo kita ada sense lebih terhadap sebuah film, maka 10 menit pertama, UP bisa membuat kita meneteskan air mata, ya minimal membuat mata berkaca-kaca-lah.
Hehehe.. paling gak itu yang terjadi sama beberapa wanita yang nonton di bioskop. Selanjutnya aksi lucu, menegangkan dan mustahil pun berlangsung sampai akhir film.
Ini pula yang membuat UP pun berbeda dengan karya animasi Pixar lainnya. Unsur drama sebenarnya begitu terasa di dalam aksi yang menegangkan. Yah... mungkin sulit kalo marasakannya pada saat bersamaan, tapi kalo dikonklusikan, kita bisa mendapatkan kesan tersebut.
---
Terkadang kita hanya terpaku pada satu impian. Mungkin itu impian kita atau impian orang yang kita cintai yang dengan mati-matian kita berusaha untuk mewujudkannya.
Banyak film yang meramu hal tersebut, dan banyak pula yang berakhir happy ending bahwa the impiannya tercapai.
Dalam film UP juga demikian, sang suami berpikir bahwa bagaimana pun juga dia harus membahagiakan istrinya, yang punya impian berpetualang ke daerah yang menakjubkan.
Apa daya, sampai akhir hayat sang istri, impiannya tidak pernah tercapai. Paling nggak, menurut sang suami.
Maka dengan tekad bulat, dalam kesendiriannya sang suami yang sudah uzur, memutuskan memenuhi impian petualang sang istri, sekaligus memindahkan rumahnya ke daerah yang menakjubkan.
Tidak mudah tentunya membawa rumah dengan balon gas satuan, yang dirangkai menjadi ribuan balon dan bisa mengangkat rumahnya dan mengangkasa. Di sini lah letak aksi mustahilnya.
Petualangan yang tidak mudah ini, singkat cerita bisa dilakukan dan akhirnya rumah tersebut mencapai tujuannya. Tentunya dengan segala usaha yang membahayakan dan bahkan hampir membuatnya mati.
Bersamaan dengan itu, sang suami menemukan album kenangan dan dairy sang istri. Sebenarnya album tersebut sudah sering dibukannya, untuk memotivasi dirinya melakukan petualangan. Tapi hanya dibuka sampai halaman "impian" sang istri, dia tidak pernah membukanya sampai akhir.
Ketika petualangannya sudah hampir selesai, dia pun membukanya sampai akhir. Dan di situlah dia menemukan arti petualangan terindah yang sebenarnya sudah dialami sang istri.
--
Selama hidupnya dengan sang suami, si istri sudah rela melepaskan impian masa kecilnya. Karena dia tau, saat ini, dia sudah memasuki petualangan baru yang lebih seru dan menasikkan... hidup bersama orang yang dicintai dan menjalakan hidup dengan penuh cinta. Itulah petualangan terbarunya dan yang paling diinginkan.
Sedikit banyak, film ini mengatakan, hidup ini sebenarnya akan selalu indah dan manakjubkan. Bahkan sama indahnya seperti bayangan impian masa kecil kita.
Bukan berarti impain bagus yang lama harus dibuang. Adalah baik untuk diperjuangkan, tapi bersamaan dengan itu, apa yang ada sekarang pun harus menjadi bagian petualangan hidup kita yang menakjubkan.
Paling tidak, kita tidak akan menjadi frustasi kalo impian kita tidak pernah tercapai. Karena, memang bisa aja, impian kita tidak pernah tercapai.
Walaupun demikian kita harus tetap UP!
Thanks for the adventure. Now go have one of your own - Ellie's Dairy (the wife)
Kebayang gak kalo kita tinggal di daerah kecil, dan apalagi agak terpencil. Kira-kira hobi kita apa ya?
Ada kemungkinan penduduk daerah kecil itu punya hobi yang sama. Umumnya hobi itu ditunjang samaperalatan dan fasilitas. Iya lah, kalo daerah kecil, apalagi terpencil, agak sulit menemukan orang yang hobinya fotografi atau modifikasi mobil. Dapetin barangnya aja susah, apalagi di-hobi-in...
Penduduk daerah kecil mungkin punya hobi yang sama, main catur, mancing, berburu atau paling kompleks mungkin ngoprek peralatan radio untuk bikin siaran lokal.
Masalahnya apakah emang hobi itu muncul karena fasilitas or karena nurani? Sepertinya mungkin karena fasilitas. Kayanya gak mungkin seorang remaja daerah terpincil terpikir untuk hobi main PSP, atau seorang pemuda terpikir punya hobi denger mp3 via Ipod or koleksi film-film box office, atau seorang ibu rumah tangga punya hobi hunting tas LV terbaru, atau seorang bapak punya hobi main soft gun.
Kesimpulannya, kadang hobi bisa jadi acuan perkembangan inteligen dan budaya. Dan semua itu bisa ada kalo fasilitasnya ada. Dan fasilitas bisa ada, kalo pemerataan pembangunan tersebar merata.
Mungkin orang-orang daerah terpencil akan amaze, bukan sekedar sama fasilitas yang ada, tapi mereka pun akan amaze, bahwa hobi itu ternyata banyak jenisnya. Termasuk bahwa ng-blog juga menjadi sebuah hobi.